Harga Daging Melonjak, Singa di Ragunan Jadi Vegetarian!

JAKARTA—Pengunjung Taman Margasatwa Ragunan dikejutkan oleh tingkah seekor Singa Afrika. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu(05/09) siang hari. Singa betina yang nampak gelisah itu, tiba-tiba mendekati tumbuhan eceng gondok yang ada di sekitar kandangnya.

Menurut salah seorang saksi mata, singa tersebut kemudian seperti mencicipi eceng gondok yang menutupi permukaan sungai.

Continue reading

5 Menit lagi

Lima menit lagi. Jarum jam panjang dan pendek semakin merapat, sepakat ingin bertemu di angka 12. Jarak antara kedua kelopak mataku pun semakin menyempit, ingin segera melepas penat.

Satu demi satu penghuni stasiun telah menghilang, hanya tersisa dua orang portir—pemeriksa tiket—dan petugas keamanan. Namun rasanya aku tak ingin segera pulang. Sejenak menikmati suasana hening di ruang tunggu stasiun, sepertinya menyenangkan. Sembari mengingat-ingat kenangan selama liburan.

Beberapa jam yang lalu, aku baru saja mengantarkan ayahku ke stasiun, pulang ke kampung halaman. Setelah hampir 2 minggu menjengukku sekaligus berlibur di Kota Kembang.

Masih teringat gemuruh tembok-tembok yang bersuara, ketika berpuluh manusia berbaris dalam antrian, juga bunyi-bunyian dari pengeras suara yang memanggil nomor urut mereka. Tepat dua jam yang lalu, menjelang menit-menit terakhir yang sama.

Continue reading

Sandaran Hati Sebelum Cahaya

I’ve been wrong all this time…

Alhamdulillah hari ini dapat hikmah baru, tentang pentingnya filosofi dan makna. Yang ketika kita benar-benar memahaminya, itu akan merubah pandangan kita terhadap segala sesuatu menjadi jauh berbeda dari apa yang kita lihat, dengar, dan rasakan sebelumnya.

Seperti, apa sebenarnya makna dari ritual-ritual dan kebiasaan-kebiasaan yang ada di masyarakat, yang boleh jadi hanya kita ketahui sebagai sebuah “keharusan” yang itu akan jadi sebuah “dosa” jika tidak dilakukan. Atau apa sebenarnya maksud dari simbol-simbol, tanda-tanda yang kita temukan di kehidupan sehari-hari. Baik yang dilandasi karena keyakinan pribadi atau sekedar ikutan sana-sini. Kurang lebih begini ceritanya…

Continue reading

Menyempurnakan TakdirNya

Di sebuah desa, kumenemukan sebuah surat tanpa nama. Mungkin pemiliknya lupa, atau sengaja meninggalkannya. Nampaknya ia sudah sedemikian putus asa, hingga tak mampu berkata-kata, hanya bercerita lewat aksara.

Aku sedikit banyak mengenali isinya. Sepertinya sang empunya adalah seorang wanita. Entahlah, mungkin aku salah. Sebab kata-kata yang ditulis dengan tinta itu sedikit luntur oleh tetesan air, padahal hari itu sama sekali tak ada tanda bahwa hujan akan menyapa.

Aku terus mengamati tulisan dalam surat itu, lembaran kertas putih yang sedikit ternoda oleh tanah. Pinggirannya tak beraturan, seperti dilepaskan dengan ragu-ragu dari tempatnya. Di bagian tengahnya nampak banyak lipatan, juga kerutan. Mungkin tadinya ia bermaksud memberikan surat itu pada seseorang, tapi diurungkannya.

Bersyukur, Allah menakdirkanku menemukannya. Sebab andaikan tak berjumpa dengannya, mungkin akulah yang kelak menuliskannya sepulang dari desa ini. Continue reading

Noda Kemeja

Langit sedang marah. Kata-katanya bergemuruh, lebih kencang dari suara penyedot debu yang hampir dimuseumkan itu. Tidak jelas apa yang sedang diributkannya, mungkin sisa-sisa pembakaran hutan oleh para penyamun di lereng gunung tadi pagi. Atau, mengutuk asap knalpot yang lupa aku periksa seminggu kemarin?

Hampir setiap menit tangan-tangan ganas awan kumulus menampari awan-awan di bawahnya yang lebih lembut. Membuatnya berteriak. Teriakan yang menggelisahkan, mengingatku bahwa dalam waktu kurang dari 24 jam, surat pengajuan kontrak untuk tender gedung DPRD ini harus segera ditandatangani.

Dan malam ini akan jadi malam paling meresahkan, lebih-lebih karena istriku yang seminggu lebih terbaring di rumah sakit, membutuhkan uang untuk operasi.

Continue reading

Tawaran Spesial

Kembali Aku menagih janji Tuhan—setelah sekian lama menunggu—untuk memberiku jawaban dari segala keresahan. Kebimbangan atas rasa penasaran yang terus diburu waktu. Waktu yang setiap detiknya membuatku ragu, “Haruskah aku menerima tawaran ini?”

Sinta, masih terekam jelas kegelisahanmu karena tak setuju atas perjodohanmu denganku. Pun begitu denganku, ada rasa yang menyeruak seketika kumembaca surat itu. Surat yang bertuliskan tangan lengkap dengan tandatangan orangtuamu.

“Putri kami ini adalah satu-satunya bidadari kecil yang ada di rumah. Sayang, bila sampai akhir hayat kami nanti, ia masih sendiri dan kedua sayapnya tak ada yang melengkapi.

Mas, kami lihat Mas Tenri ini adalah orang yang pantas untuk menemaninya di keluarga nanti. Maka dengan segala kerendahan hati, kami menawarkan posisi yang lebih tinggi dari pekerjaan Mas sekarang. Menjadi pemimpin perusahaan keluarga, keluarga yang dibangun bersama putri kami ini.

Kami sudah siapkan segala sesuatunya, tinggal kesediaan dari Mas sendiri untuk segera menempati posisi penting ini.

Sudilah kiranya nak Mas menerima tawaran kami.”

Begitulah kurang lebih isi surat itu, penuh khidmat dan kerendahan hati. Intinya, jauh lebih elegan dibanding tawaran serupa dari ibu kosan—yang entahlah harus kusebut bercanda atau sungguhan—2 bulan yang lalu. Continue reading

Marilah Melangkah

Aku tidak pernah—atau setidaknya belum—tahu apa yang akan membuatku bertahan, berjalan seirama menemani langkahmu di jalan penuh liku ini. Mungkin suatu saat aku akan ragu, sama sepertimu sebelum memutuskan untuk mendatangiku. Bahkan mungkin jauh lebih bimbang, dibanding saat pertama kau menanyakan kesiapanku.

Aku yang terlahir dengan segala keterbatasan ini, tentu saja mengharapkan siapapun yang kelak bersedia menemani, sudah siap dengan segala ketidakmungkinan. Dan yang jauh lebih penting lagi, siap menerima konsekuensi apapun yang lahir dari keajabian nan mustahil.

Bukan keajaiban namanya, bila tak menyisakan sebuah tanya. Begitupun dengan hadirmu yang bagiku adalah sebuah keajaiban. Betapa tidak, ketika seisi dunia menolak, masih saja ada yang menerima, dan itu adalah dirimu. Maka aku pun bertanya, “Benarkah apa yang kamu katakan itu? Kamu yakin, tak salah memilihku?”

Continue reading

Pemuda beruntung dan Toko Bunga

Tersebutlah sebuah toko bunga yang terkenal di sudut kota Kembang. Toko ini terkenal dengan koleksinya yang unik dan lengkap. Hampir semua jenis bunga di seluruh dunia ada di sana. Mulai dari: mawar, bugenvil, petunia, azalia, dan sebagainya. Sungguh tempat yang luar biasa, apalagi bagi mereka para penyuka bunga.

Suatu ketika, dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Kembang yang ke-sekian kalinya, toko ini bermaksud memberikan hadiah kepada para pembelinya, yaitu dengan memberikan diskon bahkan bunga gratis kepada pengunjung yang beruntung pada hari itu.

Demi mendengar berita itu, penduduk pun berbondong-bondong untuk mengunjungi toko, bahkan tidak sedikit yang datang dari luar kota. Semua orang berharap untuk mendapatkan kesempatan yang langka tersebut.

Continue reading

Bagai Bunga Merindukan Ketinggian

Tak perlu menjadi tinggi untuk bisa sempurna
Sebab kesempurnaan selalu ada di tempat yang seharusnya
Ia bisa menemukan tempatnya sendiri, meski beragam upaya menutupi

Sebab kesempurnaan itu sederhana, tak pernah rumit
Yang rumit adalah kita, yang selalu sibuk mencarinya

Kesederhanaan yang tumbuh apa adanya,
manjadikanmu tinggi dengan sendirinya
Sedangkan tinggi yang dibangun secara tiba-tiba,
menjadikanmu kosong dan rapuh tak bermakna
***
Dia kuasa mencipta yang rumit dan canggih dengan sederhana
Sedang kita mencipta yang sederhana saja, demikian rumitnya
Maka pantaskah kita jumawa?

Bandung, 1 November 2015

*Selalu suka mengabadikan langit dengan bunga di tepi Danau ini. Ada yang tahu apa namanya? 🙂

#flower #simple #instagood #bunga #merah #sundaymorning

View on Path

Kehilangan Sandal

Oleh: Ustadz Yusuf Mansur

image

Sama. Saya juga sering kehilangan. Kemaren santri tertawa kecil, bersama kawan-kawannya…

“Subhaanallaah… Sendal udah digembok, masih hilang juga…” kata santri tersebut. Sambil nunjukin kuncinya tuh gembok.

Kawan-kawannya ikut tertawa. Saya mendengar dari belakang… Saya berdehem…

“Ehhhmmm… Apa hikmahnya…?”

Continue reading

Gara-gara Pilot dan Pramugari, Penumpang Ini Hampir Gagal Terbang ke Jakarta

Penerbangan Semarang – Jakarta yang sudah bersiap take off, terpaksa ditunda gara-gara ulah seorang penumpang bernama Paijo, Wong Pacitan yang baru pertama kali naik pesawat.

Pasalnya, Beliau naik dengan tiket ekonomi, tapi ngotot pingin duduk di kelas bisnis. Ia pun duduk di tempat yang ia mau, di barisan depan.

Jarno, salah seorang penumpang kursi bisnis protes, karena tempat duduknya ditempati Pak Paijo.

Continue reading

Fenomena Jilbab Hana dan Hello Kity

Masih teringat jelas betapa kuat pengaruh sinetron terhadap tren yang berkembang di masyarakat.

Salah satunya fenomena Sinetron Catatan Hati Seorang Istri (CHSI). Nama Hello Kitty yang biasa dilekatkan dengan boneka lucu, mendadak berubah menjadi istilah yang menggambarkan karakter wanita yang kurang baik

Yang lebih HEBOH lagi adalah gaya Jilbab Dewi Sandra—Pemeran Hanna di sinetron tersebut—langsung menjadi trend setter di masyarakat, lariis maniis ga karuan di pasaran, dikenal dengan nama Jilbab Hana.

CHSI sendiri awalnya adalah sebuah novel yang ditulis oleh Asma Nadia, novel BEST SELLER yang kemudian diangkat menjadi sinetron. Melahirkan tren-tren baru dan bahkan tak sedikit yg meraup untung dari berjualan Jilbab Hana

Bayangkan betapa viralnya efek dari sebuah Buku yg BEST SELLER, bisa dikembangkan menjadi Film Layar Lebar dan Sinetron. Jika masih dalam koridor menyebarkan nilai-nilai kebaikan, terbayang seberapa banyak si penulis mendapatkan passive income, tak hanya uang.. Juga amal kebaikan.

Semua berawal dari satu aktifitas sederhana, yaitu menulis.

Apakah Anda setuju??


Ingin jadi penulis BEST SELLER seperti Asma Nadia?
Muda Mulia dan Asma Nadia Publishing House mengadakan workshop “MENULIS BUKU BEST SELLER” exclusive bersama Asma Nadia

Sabtu, 29 Agustus 2015 pkl 8.00-15.00
bertempat di Hotel Amaris Cihampelas Bandung

Berapa investasinya ?

Sebelum saya kasih tau, saya bocorkan dulu benefit yang anda peroleh jika mengikuti workshop ini. Materi menarik yang ada di Workshop ini, antara lain :

  • Membuat buku BEST SELLER
  • Menembus Penerbitan/ Production House/ TV
  • Gaya penulisan efektif travel writer
  • Rahasia keliling dunia gratis dengan menulis
  • Kisah kesuksesan film Assalamualaikum Beijing dan Surga Yang Tak Dirindukan
  • Sesi tanda tangan buku/ novel karya Asma Nadia langsung oleh penulisnya

Dapatkan:

  • Sertifikat bertanda tangan Asma Nadia
  • Makan Siang
  • Goodie Bag
  • Voucher Warhamni Hijab, Aloza Hijab, Zalora, Breaktime, Sugar Table, Froyo Bdg
  • Gratis 1 pcs Zanana Chips

dan beragam BONUS lainnya…

Untuk mendapatkan semua itu, investasi yang anda keluarkan cukup terjangkau: 450.000
PROMO s.d. 27 Agustus: 350.000/org.

Kalau anda mengajak teman, bisa lebih HEMAT hanya dengan 900.000/3 orang.

Kabar buruknya adalah seat yg tersisa tinggal sedikit lagi..

Siapa cepat dia dapattt..

Amankan SEAT ANDA SEKARANG!!
Garansi 100% UANG KEMBALI jika tidak mendapatkan MANFAAT dari ACARA ini

Cara Terampuh Menembus Penerbit dan PH Ternama
Cara Terampuh Menembus Penerbit dan PH Ternama

Untuk pendaftaran dan info lebih lanjut silahkan SMS/WA 081320590567(Iqbal)

Sampaaaii ketemuu yaaa 😀

Gambar: http://www.nyunyu.com
#chsi #novel #bestseller #asmanadia#jilbabhana #workshopbandung